Fri. Dec 2nd, 2022

Pergerakan pengungsi mulai meningkat pada tujuh hari menjelang (H-7) perayaan Idul Fitri 1443 Hijriah.

Jalur utama di Cianjur, Jawa Barat, kini dilalui kendaraan, meski tidak cukup tinggi, namun lalu lintas kendaraan meningkat pada sore dan dini hari.

Sejak Minggu (24/4) hingga Senin, volume kendaraan bercirikan mudik maupun roda empat mulai meningkat, terutama dari dini hari hingga menjelang maghrib. Selain itu, kemunculan kendaraan mudik dengan rombongan roda dua tampak meningkat pada dini hari menjelang subuh.

Dari sore hingga malam, kendaraan mudik yang melintas didominasi kendaraan roda empat berseragam, seperti ke Jalan Raya Bandung.

Ratusan petugas gabungan dari Polres Cianjur, Kodim 0608 Cianjur, PMI Cianjur, Pramuka dan Dinas Kesehatan dan Dinas Perhubungan Cianjur disiagakan ke 12 pos keamanan yang diaktifkan sejak Senin selama jam kerja panjang.

Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan mengatakan, saat memasuki H-7, volume kendaraan dengan properti mudik mulai meningkat saat melintasi jalur utama Cianjur.

Kenaikan cukup tinggi pada pagi dan sore hari saat antrean kendaraan terlihat di dua titik rawan kemacetan di Cianjur, katanya.

Ada dua titik rawan kemacetan di sepanjang jalur mudik Cianjur, Pasar Cipanas dan Pasar Ciranjang di Jalan Raya Cianjur-Bandung. Namun, di dua titik tersebut kami siapkan anggota dan tim khusus untuk menghilangkan antrean, hari ini antrean sudah mulai terlihat di kedua tempat tersebut,” ujarnya.

Argechist-nya memprediksi, puncak arus mudik melintasi jalur utama Cianjur AKAN terjadi pada H-4 Idul Fitri dimana aplikasi untuk ganjil dan genap dan berlawanan arah sodaisünün dengan Polres Bogor.

“Kami telah menyiapkan sejumlah teknik, termasuk menginstruksikan pemudik untuk melintasi jalur alternatif saat terjadi antrian. Termasuk menerapkan sistem satu arah ke Bandung atau Bogor dan Sukabumi jika terjadi antrian panjang,” ujarnya.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *