Sat. May 21st, 2022

Seluncuran air di kolam renang Kenjeran Park (Kenpark) Surabaya ambruk. Informasi 16 orang menjadi korban peristiwa tersebut. Kronologis terjadinya kecelakaan.

Kepala BPBD Surabaya Ridwan Mubarun mengatakan, peristiwa itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu, ada laporan dari warga sekitar yang menyebutkan ada kejadian longsoran air di Kenpark ambruk.

“Kejadiannya sekitar pukul 14.30,” katanya, Sabtu (7 Mei).

Informasi yang dikumpulkan mengatakan bahwa keadaan taman air sedang ramai pengunjung. Karena bersamaan dari akhir pekan juga masih dalam suasana libur panjang Idul Fitri.

Pada saat yang sama, pengunjung juga terlihat rajin menggunakan seluncuran air di kolam renang. Entah bagaimana, seorang pengunjung tiba-tiba melihat ada kebocoran air di kendaraan. Kebocoran diduga berasal dari sambungan seluncuran air.

“Ada yang melihat sambungan seluncuran tiba-tiba ambruk dan ambruk. Saat itu banyak pengunjung yang menggunakan fasilitas tersebut,” tambah Ridwan.

Sementara itu, HRD PT Bangun Citra Wisata (BCW) Bambang Irianto menjelaskan, wahana air yang ambruk itu berkapasitas maksimal 5 hingga 10 orang. Namun, dia menduga ada kelebihan kapasitas pada saat kejadian.

“Kapasitas perosotan maksimal 5-10 orang. Analisa saya kalau lebih dari 10 orang dan bersama trailer. Maksimal 10 orang harus turun dan naik masing-masing.

Ia mengatakan, pengelola taman air di Kenpark secara rutin memeriksa wahana di tempat-tempat wisata mereka. Termasuk salah satu slide yang ambruk.

Slide dibangun pada tahun 2016 dan secara teratur mencari alat. Ada tim penguji,” katanya.

Setiap tiga minggu, kelompoknya secara teratur memeriksa dan menguji slide. Terakhir sebelum Ramadhan. Saat itu dia mengatakan kondisinya masih baik.

“Setiap tiga minggu sekali kita cek baut-bautnya, slide-nya dites dan dibersihkan. Kami juga selalu mengontrol bak air. Pengecekan terakhir sebelum puasa masih dalam kondisi baik,” katanya.

Seluncuran di kolam renang Kenjeran Park Surabaya sebelumnya ambruk pada Sabtu sore (7 Mei). Beberapa pengunjung juga jatuh dari ketinggian sekitar 10 meter.

16 orang dilaporkan terluka. Salah satunya bahkan diduga mengalami cedera otak. Sementara sejumlah orang lainnya mengalami patah kaki dan tangan. Mereka juga dirujuk ke dua rumah sakit di Surabaya, yakni RSUD dr. Soetomo dan RSUD dr. Soewandhi.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.