Thu. Jun 23rd, 2022

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR Basuki Hadimuljono meninjau penanganan banjir rob dan jebolnya tanggul di kawasan pelabuhan Tanjung Emas, Stadtva Semarang, Rabu malam (25/5/2022).

Sesampai di kawasan pelabuhan yang masih tergenang air pasang, Menteri PUPR yang menaiki perahu karet langsung memeriksa tiga titik tembok tanggul jebol.

Ia menjelaskan, bagian atas tanggul yang jebol harus ditutup terlebih dahulu, kemudian genangan air akan dipompa agar bisa surut.

Setelah itu akan digunakan material berupa Geobox untuk melapisinya secara semi permanen dan ini dilakukan di Kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta.

Tapi saat ini kami tidak bisa masuk dari laut karena kami tidak bisa masuk dari darat dengan karung pasir kecil,” kata Basuki.

Orang nomor satu di Kementerian PUPR itu mengatakan sandbagging pada tembok tanggul yang jebol harus dilakukan dengan cepat.

“Penutupan dengan karung pasir harus cepat, kalau hanya satu, lima, bablas, saya minta besok ditutup, pompanya sudah kami siapkan, besok mereka harus kembali (Üfengschwammung)”, Haberschwemmung.

Rencana penutupan dua dari tiga titik jebolnya bendungan itu akan melibatkan jajaran TNI Kodam IV/Diponegoro dan Lanal Semarang.

Sebelumnya pada Senin (23 Mei), banjir rob atau luapan air rob dengan ketinggian lebih dari 2 meter di daratan melanda kawasan pesisir Kota Semarang, Jawa Tengah, khususnya kawasan sekitar Emas.

Ribuan pekerja dari sejumlah pabrik di Kawasan Industri Pelabuhan Tanjung Emas lolos dari kejadian tersebut.

Selain sepeda motor dan mobil, ribuan mesin jahit dan mesin produksi di beberapa pabrik juga terendam tsunami.

Puluhan peti kemas atau peti kemas di Pelabuhan Tanjung Emas juga tampak terendam gelombang pasang yang datang bersamaan dengan gelombang tinggi, diperparah dengan jebolnya tanggul di kawasan pelabuhan.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Retno Widyaningsih mengatakan, gelombang pasang dan gelombang tinggi terjadi karena siklus bulan terakhir setelah bulan purnama dan Bumi dengan posisi bulan terdekat.

Fenomena alam ini juga melanda wilayah pesisir di Kabupaten Rembang, Pati, Demak, Pekalongan, dan Tegal.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.