Thu. Jun 23rd, 2022

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau para pelaku ekonomi untuk tetap mewaspadai dampak ekonomi dari kondisi geopolitik antara Rusia dan Ukraina. Konflik antara kedua negara telah mengakibatkan hilangnya rantai pasokan dan mendorong naiknya harga komoditas.

Ini yang memicu inflasi global,” kata Deputi Komisioner Lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Keuangan Digital, Imansyah, di Jakarta, Kamis (2 Juni).

Harga komoditas pangan dan energi di tingkat internasional mencatat kenaikan signifikan pada Maret 2022. Harga Minyak Mentah Indonesia (ICP) naik menjadi $113,50 per barel dari $95,72 per barel pada Februari 2022, meningkat 18,58 persen. Secara tahunan (yoy), harga ICP mengalami kenaikan sebesar 78,74 persen.

Komoditas lain yang mencatatkan kenaikan adalah batu bara, nikel, minyak sawit (CPO), aluminium, emas, dan tembaga. Kenaikan tertinggi terjadi pada batu bara sebesar $294,4 per ton, nikel sebesar $33,92 per ton, dan CPO sebesar $1.777 per ton.

Di samping tren kenaikan harga komoditas global, Imansyah melihat masih ada sejumlah kondisi yang mengkhawatirkan pelaku ekonomi. Salah satunya adalah perubahan perilaku di masyarakat dan dunia usaha yaitu mengakselerasi ekonomi hijau dan ekonomi digital.

Beberapa kondisi tersebut memancing solusi inovatif dan efektif dari para pelaku ekonomi, termasuk dunia usaha, untuk menopang dan mendongkrak perekonomian domestik, jelasnya.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.