Thu. Dec 1st, 2022

Terdakwa Ferdy Sambo terlihat sangat yakin dan tidak ada penyesalan dalam dirinya usai menghabisi nyawa Brigadir J alias Nopriansyah Yosua Hutabarat dalam sebuah rencana pembunuhan di rumah dinas komplek perumahan Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan Senin (17/10).

Tidak ada rasa penyesalan itu tergambar sebagaimana dalam surat dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas terdakwa Ferdy Sambo ketika sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (17/10).

Baca Juga :
Jual Saldo Paypal
Jual Beli Saldo Paypal
Saldo Paypal Terpercaya

“Ini harga diri, percuma jabatan dan pangkat bintang dua, kalau harkat dan martabat serta kehormatan keluarga hancur karena kelakuan Yosua (korban Nofriansyah Yosua Hutabarat), mohon rekan-rekan untuk masalah ini diproses apa adanya, sesuai peristiwa di tempat kejadian perkara (TPK)!” kata JPU seraya tirukan ucapan Sambo.

Ucapan itu disampaikan mantan Kadiv Propam itu kepada Bharada E alias Richard Eliezer, Kuat Maruf dan Bripka RR alias Ricky Rizal yang telah menunggu di lantai tiga ruang pemeriksaan provost, Mabes Polri.

Pertemuan terhadap mereka dilakukan Sambo usai bertemu dengan Karo Paminal Hendra Kurniawan, Karo Provost Benny Ali serta disusul Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan Ridwan R Soplanit.

Baca juga :
Jasa Pbn Premium
Jasa Pbn Berkualitas
Jasa Pbn

“Melakukan tindakan tidak terpuji dengan menyebarkan cerita skenario yang telah dirancang sedemikian rupa hanya demi membela dirinya dan justru melimpahkan segala kesalahan kepada korban Nopriansyah Yosua Hutabarat yang dituduh melakukan sesuatu di Magelang padahal belum diketahui secara pasti kebenarannya,” terangnya.

Dengan perintah untuk menutupi kejadian yang sebenarnya, Ferdy Sambo pun memerintahkan untuk semua pihak tidak berbicara soal kejadian yang di Magelang dan menekan agar kasus pembunuhan seperti apa yang telah direncanakan.

“lalu terdakwa Ferdy Sambo juga menyampaikan ‘keterangan saksi dan barang bukti diamankan’ tidak hanya itu saja Terdakwa Ferdy Sambo juga berpesan ‘untuk peristiwa di magelang tidak usah dipertanyakan. Kita sepakati, kita berangkat mulai dari peristiwa di rumah dinas Duren Tiga (no 46) saja!’ Terakhir Terdakwa Ferdy Sambo mengatakan ‘baiknya untuk penanganan tindak lanjutnya di Paminal saja!’,” bebernya.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *