Wed. Feb 8th, 2023

Harga sejumlah komoditas di Jakarta beranjak naik jelang Natal dan tahun baru 2023. Seperti telur ayam hingga cabai rawit merah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Suharini Eliawati menjelaskan penyebab naiknya harga sejumlah komoditas tersebut.

“Terkait dengan kenaikan harga komoditas cabai, tidak hanya disebabkan naiknya permintaan, tetapi juga disebabkan kenaikan harga produksi. Kondisi musim hujan meningkatkan biaya ongkos petik cabai dan biaya pemeliharaan hama penyakit,” kata Suharini dalam keterangan tertulis, Jumat (9/12).

Suharini menilai kenaikan harga menjelang Nataru adalah hal yang wajar.

“Tapi secara umum kenaikannya tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya,” klaim dia.

Suharini menambahkan, Pemprov DKI Jakarta berjanji menjaga dan mengendalikan harga serta ketersediaan stok pangan. Sehingga kenaikan tak sampai melonjak parah yang kemudian berdampak pada masyarakat kecil. Salah satunya dengan melakukan penyediaan dan pendistribusian bahan pangan bagi kelompok masyarakat tertentu, seperti penerima Kartu Jakarta Pintar Plus, Kartu Lansia Jakarta, dan Kartu Penyandang Disabilitas

“Target sebanyak 1,1 juta orang,” jelas Suharini.

Baca juga :
Jasa Pbn Premium
Jasa Pbn Berkualitas
Jasa Pbn

Pada program tersebut, masyarakat diminta menyiapkan uang sebesar Rp126 ribu untuk membeli paket beras 5 kg, daging sapi 1 kg, daging ayam 1 kg, telur 1 tray, susu 24 kotak dan ikan kembung 1 kg.

Kemudian, lanjutnya, Pemprov juga mengadakan bazar pangan keliling di Kantor Wali Kota/Bupati Administrasi, Kecamatan, Kelurahan, dan rumah susun (rusun).

Pemprov juga menyediakan bahan pangan dalam bentuk paket sehingga harga menjadi lebih ekonomis yang bisa didapat di Gerai Pangan Pasar Jaya. Ada pula pendistribusian beras medium KPSH (Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga) kepada pedagang seharga Rp8.900/kg.

Baca Juga :
Jual Saldo Paypal
Jual Beli Saldo Paypal
Saldo Paypal Terpercaya

Suharini juga menyebut, tantangan yang dihadapi DKI Jakarta adalah keterbatasan lahan produksi pangan. Untuk menghadapi itu, Pemprov DKI Jakarta mengembangkan pertanian yang berbasis ruang dan memanfaatkan 7 ruang, yaitu rumah susun, lahan kosong, lahan pekarangan dan gang perkampungan, sekolah, gedung, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), dan lahan laut.

“Sampai dengan 6 Desember 2022, telah dilakukan penyaluran bibit tanaman produktif sebanyak 3.100.940 bibit termasuk di antaranya bibit cabe. Masyarakat Jakarta dapat mengajukan permohonan bibit tanaman secara pribadi maupun kelompok melalui openstreetmap.id/dkpkp atau mendatangi 14 lokasi kebun bibit dan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) yang ada di DKI Jakarta,” jelasnya.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *